<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236</id><updated>2011-04-21T18:56:58.569-07:00</updated><title type='text'>home design</title><subtitle type='html'>Blog ini memuat tugas-tugas mahasiswa yang dikerjakan dalam Studio Perancangan Arsitektur 3, yaitu tentang home design</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-4455087402460171134</id><published>2007-12-09T20:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-09T20:03:56.050-08:00</updated><title type='text'>Perkembangan Estetika dalam Arsitektur</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;oleh:Ofita Purwani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;Aesthetics is a major assessment standard in architecture. The concept of it has been changing from time to time, and gives influences in architecture. Aristotles and Immanuel Kants aesthetics gave rise to geometry and number dominance in architecture. The development of phenomenology and postmodernism gave another direction(s) to it with putting space and time context. This leads us to complex shapes of architecture and the recognition of oriental architectural aesthetics.&lt;br /&gt;Keyword: aesthetics, theory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Seorang arsitek dalam proses menciptakan arsitektur selalu menghadapi problem-problem arsitektur yang harus dipecahkan. Problem tersebut tidak hanya muncul dari proyek itu sendiri, tetapi juga muncul dari pengalaman dan lingkungan sang arsitek. Begitu juga dengan cara pemecahan problem tersebut, pengalaman dan lingkungan si arsitek memegang peranan penting. Lingkungan yang disebutkan dalam hal ini antara lain lingkungan birokrasi, lingkungan industri, lingkungan profesional dan lingkungan kantor seperti disebutkan oleh Heath (1984). Lipman (Heath, 1984) pada tahun 1970 dan 1976 menyatakan analisisnya terhadap ideologi profesi arsitektur yang ditemukannya di Inggris, tetapi disebutkan oleh Heath bahwa hasil tersebut melukiskan keadaan secara umum. Lipman menyebutkan bahwa orientasi profesi arsitek yang terbanyak disebut adalah orientasi sosial engineering, kemudian diikuti oleh orientasi profesional, orientasi estetika, fungsionalisme, dan lain-lain. Studi oleh Mackinnon pada tahun 1961 (Heath,1984) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa yang umumnya disebut dengan kreatif adalah berdasarkan nilai estetika dan teoritis, di atas nilai-nilai sosial, politik, religi dan ekonomi.&lt;br /&gt;Paul-Alan Johnson dalam The Theory of Architecture, Concepts, Themes and Practice (1994) menyatakan bahwa arsitektur merupakan penemuan dari ide-ide estetik. Hal ini menunjukkan adanya kaitan yang sangat erat antara arsitektur dan estetika. Dalam kenyataannya, kebanyakan orang menilai suatu bangunan arsitektur dengan bagus, indah, berkarakter dan sebagainya yang merupakan penilaian berdasarkan pada nilai-nilai estetika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Estetika&lt;br /&gt;Istilah estetika berasal dari bahasa Yunani aistheta, yang berarti hal-hal yang dapat dirasakan oleh indera (Johnson, 1994). Aisthetiki dalam bahasa Yunani juga dapat dihubungkan dengan aisthanome yang berarti merasa, yang secara luas berhubungan dengan apa yang bagus dalam seni dan kehidupan sosial seperti yang disebutkan oleh Antoniades dan dikutip oleh Johnson (1994). Hal tersebut serupa dengan yang disebutkan oleh Klassen dalam Architecture and Philosophy (1990), yaitu bahwa estetika berasal dari kata aistesis yang berarti persepsi yang didapatkan melalui indera. Istilah estetika mulai digunakan secara luas setelah digunakan oleh Baumgarten dalam Aesthetica pada 1750-1758 (Johnson, 1994). Estetika sejak saat itu dinyatakan sebagai ilmu tentang keindahan, berdasarkan pendapat dari Baumgarten tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Estetika&lt;br /&gt;Pengertian estetika dari suatu masa ke masa yang lain selalu mengalami perubahan. Beberapa pemikir estetika yang terkenal antara lain adalah Aristoteles dan Immanuel Kant. Aristoteles dalam Poetics menyatakan bahwa sesuatu dinyatakan indah karena mengikuti aturan-aturan (order), dan memiliki magnitude atau memiliki daya tarik. Immanuel Kant dalam The Critique of Judgement (1790) yang dikutip oleh Porphyrios (1991) menyatakan bahwa suatu ide estetik adalah representasi dari imajinasi yang digabungkan dengan konsep-konsep tertentu. Kant menyatakan adanya dua jenis keindahan yaitu keindahan natural dan keindahan dependen. Keindahan natural adalah keindahan alam, yang indah dalam dirinya sendiri, sementara keindahan dependen merupakan keindahan dari objek-objek ciptaan manusia yang dinilai berdasarkan konsep atau kegunaan tertentu. Kedua pendapat tersebut di atas menunjukkan perhatian yang besar pada objek, di mana keindahan didapatkan karena suatu objek memiliki karakter tertentu sehingga layak untuk dinyatakan sebagai indah.&lt;br /&gt;Perhatian yang besar terhadap objek dalam pemikiran tentang estetika tersebut memberikan pengaruh pada arsitektur. Pengaruh tersebut mengakibatkan munculnya aturan-aturan sebagai patokan untuk menyatakan keindahan suatu bangunan.&lt;br /&gt;Alberti yang hidup pada masa Renaissance, dalam Ten Books on Architecture menyatakan bahwa keindahan suatu bangunan ditentukan oleh beberapa faktor (Porphyrios, 1991) seperti jumlah komponen (number) misalnya jumlah kolom, pelubangan dan sebagainya yang dinyatakan harus meniru alam, congruity, yaitu bagaimana menempatkan suatu komponen untuk membentuk keindahan secara keseluruhan, finishing dan collocation. Pada intinya Alberti menyatakan sesuatu disebut indah karena meniru alam, dalam hal ini bukan hanya alam secara fisik, tetapi juga hukum-hukum alam. Hal ini dapat dilihat pada kolom-kolom Yunani yang berbentuk mengecil ke atas, yang dianggap sesuai dengan hukum alam. Alberti bukanlah satu-satunya orang yang mencetuskan standar dalam estetika arsitektur. Andrea Palladio dan Brunelleschi juga banyak memberikan kontribusi bagi standar estetika dalam arsitektur masa Renaissance. Kebanyakan aturan-aturan yang berlaku pada masa tersebut menyebutkan aturan proporsi dalam angka-angka. Golden section merupakan salah satu aturan proporsi dalam angka yang banyak digunakan dan dianggap sebagai representasi dari alam pada sekitar abad ke-18.&lt;br /&gt;Aturan-aturan yang populer pada masa setelah Renaissance dijiwai oleh semangat akan perkembangan sains. Perez-Gomez dalam Architecture and The Crisis of Modern Science (1990) menyatakan bahwa terdapat dua transformasi yang menjadi penyebab hal tersebut di atas, yaitu revolusi Galileo yang menggantikan kosmologi Renaissance dengan sains yang bersifat universal, serta transformasi kedua yang berlangsung pada tahun 1800 yang semakin memantapkan sains sebagai satu-satunya cara melakukan interpretasi terhadap realitas. Karena itu estetika yang digunakan dalam arsitektur menjadi estetika yang bersifat matematis. Proporsi yang matematis dan geometri mendominasi konsep estetika pada masa tersebut.&lt;br /&gt;Penggunaan geometri dan angka dalam arsitektur terus berlangsung hingga awal abad ke-20 saat berkembangnya Arsitektur Modern. Pada masa Arsitektur Modern, proporsi golden section diadaptasi oleh Le Corbusier dalam teori Modulornya. Perbedaannya dengan penggunaan geometri dan angka pada masa sebelumnya adalah bahwa dalam Arsitektur Modern, pengaruh geometri dan angka berakibat pada tujuan penataan ruang yang semata-mata untuk alasan efisiensi dan ekonomi. Perez-Gomez (1990) menyatakan bahwa paradigma efisiensi dan ekonomi dalam Arsitektur Modern merupakan akibat dari pendekatan rasional absolut sehingga arsitektur direduksi hanya sebagai teori yang rasional dengan menolak keterhubungannya dengan filosofi dan kosmologi.&lt;br /&gt;Selain mendasarkan diri pada perhitungan rasional, Arsitektur Modern merupakan suatu bentuk arsitektur yang mengidekan suatu universalitas dan objektivitas. Hal ini merupakan konsekuensi dari konsep yang hanya didasarkan pada objek semata. Mendasarkan pada objek dan meniadakan kemungkinan subjektif dengan meniadakan faktor pengamat berarti mencari sesuatu yang objektif dan universal. Kita dapat melihat hubungan erat antara Arsitektur Modern dengan arsitektur masa Renaissance yang tumbuh dalam masa euforia terhadap sains dan pemikiran rasional, yakni bersifat objektif dan universal.&lt;br /&gt;Perkembangan filsafat fenomenologi pada masa awal abad keduapuluh yang mengkritisi pendekatan matematis dari modernisme kemudian membawa suatu pendekatan baru dalam estetika. Dalam fenomenologi, perhatian lebih diarahkan kepada keberadaan subjek yang mempersepsi objek daripada kepada objek itu sendiri. Dengan kata lain hal ini dapat dikatakan sebagai: membuka kemungkinan adanya subjektivitas. Hal ini menimbulkan kesadaran akan adanya konteks ruang dan waktu; bahwa pengamat dari tempat yang berbeda akan memiliki standar penilaian yang berbeda, dan begitu pula dengan pengamat dari konteks waktu yang berbeda. Pemikiran inilah yang kemudian akan berkembang menjadi postmodernisme.&lt;br /&gt; Terbukanya kemungkinan untuk bersifat subjektif memberi jalan bagi keberagaman dalam estetika, dan memberikan banyak pengaruh pada arsitektur. Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain adalah:&lt;br /&gt;Wajah arsitektur yang semakin beragam dan semakin kompleks, tidak seperti wajah Arsitektur Modern yang selalu polos. Ide akan kompleksitas dalam arsitektur pertama kali dicetuskan oleh Robert Venturi dari Amerika dalam bukunya Complexity and Contradiction in Architecture (1962) yang kemudian mengawali postmodernisme dalam arsitektur. Dalam buku tersebut terlihat adanya pergeseran estetika yang sangat besar. Venturi mendukung penggunaan kompleksitas dan kontradiksi dalam arsitektur dan mencanangkan slogan less is bore yang merupakan penyerangannya terhadap slogan less is more dari Arsitektur Modern.&lt;br /&gt;Dengan terbukanya subjektivitas, maka timbul kecenderungan untuk memberikan identitas pada arsitektur, baik berupa identitas pemilik ataupun identitas si arsitek. Akibat dari kecenderungan ini, terjadilah fenomena berlomba-lomba untuk membuat monumen-monumen yang dipergunakan untuk menunjukkan jatidiri. Pada titik ini terjadi tumpang-tindih antara estetika dengan simbolisme, karena estetika dipergunakan sebagai sarana untuk menunjukkan identitas. Ide ini bukanlah ide baru, karena arsitektur pada masa sebelum masa Arsitektur Modern juga telah banyak menggunakannya, akan tetapi yang terjadi pada postmodernisme adalah pluralisme yang berlebihan karena setiap individu berusaha untuk memiliki jatidiri sendiri (Piliang, 1998).&lt;br /&gt;Adanya kesadaran akan kontekstualitas membuka pikiran akan tidak adanya universalitas dan objektivitas. Hal ini menuju pada pengakuan akan adanya (pengetahuan) konsep estetika arsitektur lain di luar arsitektur barat. Akibatnya terjadi perkembangan ilmu estetika arsitektur yang merambah ke arsitektur selain Barat yang sebelumnya dianggap sebagai oriental, termasuk juga arsitektur di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Estetika di Indonesia&lt;br /&gt;Yuswadi Saliya (1999) menyatakan adanya empat ciri arsitektur tradisional di Indonesia, yaitu pertama, semuanya sarat dengan makna simbolik, kedua, rumah menjadi simpul generasi masa lalu dengan generasi masa datang, ketiga pemenuhan kebutuhan spiritual lebih diutamakan daripadda kebutuhan badani, keempat, dikenalnya konsep teritorialitas dan kemudian mengejawantah menjadi batas.&lt;br /&gt;Ciri pertama dan kedua menunjukkan adanya kosmologi dan orientasi non badaniah, dan karena spiritual-lah yang diutamakan, maka kebutuhan badaniah cenderung akan dikorbankan demi kepentingan spiritual. Dalam hal ini manusia merupakan pihak yang harus melakukan penyesuaian diri terhadap bentukan arsitektur (Soemardjan, 1983). Orientasi terhadap kosmologi ini masih banyak dijumpai di Indonesia hingga masa kini, terutama pada arsitektur tradisional.&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa semua arsitektur di Indonesia berorientasi pada kosmologi. Indonesia tidak terlepas dari pengaruh globalisasi. Pemikiran akan universalitas dan objektivitas Arsitektur Modern juga melanda arsitektur Indonesia. Seperti juga di Barat, fenomena arsitektur yang polos, tanpa ornamen dan tanpa konteks juga terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Seperti juga arus modernisme, arus Postmodernisme juga melanda Indonesia. Sebagai akibatnya, terjadi kesadaran akan konteks dan perlunya identitas.&lt;br /&gt;Hadirnya Arsitektur Modern dan Postmodern secara bersamaan dengan (masih) hadirnya arsitektur tradisional menunjukkan adanya dualisme dalam arsitektur Indonesia. Arsitektur Modern dan Postmodern menunjukkan arsitektur yang berorientas pada kebutuhan badaniah manusia, sementara arsitektur tradisional Indonesia berorientasi kepada kosmologi dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;Dari uraian di atas terlihat bahwa konsep tentang estetika sangat dipengaruhi oleh perkembangan filsafat dan pemikiran manusia. Dengan menambahkan konteks ruang dan waktu, didapatkan bahwa estetika pada ruang dan waktu yang berbeda adalah berbeda-beda pula. Hal ini berarti bahwa perkembangan estetika pada suatu tempat tidaklah sama dengan perkembangannya di tempat yang lain. Sebagai contoh adalah perkembangan estetika arsitektur di Barat – seperti yang telah diuraikan sebelumnya – tidaklah sama dengan perkembangan estetika arsitektur di Indonesia. Indonesia. Walaupun demikian, perkembangan estetika arsitektur di Indonesia mencapai kemiripan dengan estetika Barat sebagai akibat dari globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Cahoone. Lawrence E.,1996, From Modernism to Postmodernism: An Anthology, Oxford: Blackwell Publishers.&lt;br /&gt;Heath, Tom, 1984, Method in Architecture, Norwich: John Wiley &amp;amp; Sons.&lt;br /&gt;Johnson, Paul-Alan, 1994, The Theory of Architecture, Concepts, Themes and Practices, New York: Van Nostrand Reinhold.&lt;br /&gt;Klassen, Winand, 1990, Architecture and Philosophy, Cebu City: University of San Carlos.&lt;br /&gt;Kostof, Spiro, 1985, A History of Architecture: Settings and Rituals, Oxford: Oxford University Press.&lt;br /&gt;Mangunwijaya, Y.B. , 1992, Wastu Citra, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;Perez-Gomez, Alberto, 1990, Architecture and The Crisis of Modern Science, Massachusetts: MIT Press.&lt;br /&gt;Piliang, Yasraf Amir, 1998, Sebuah Dunia Yang Dilipat, Bandung: Mizan&lt;br /&gt;Porphyrios, Demetri, 1991, Classical Architecture, London: Academy Editions.&lt;br /&gt;Yuswadi Saliya, 1999, Traditional Architecture in Indonesia: An Introductory Note, dalam Monuments and Sites Indonesia, Bandung: ICOMOS.&lt;br /&gt;Soemardjan, Hindro T., Pendidikan Arsitektur dan Pembangunan Nasional= Sebuah Pendekatan Budaya, dalam Menuju Arsitektur Indonesia, Bandung, Penerbit Alumni.&lt;br /&gt;Venturi, Robert, 1962, Complexity and Contradiction in Architecture, London: The Architectural Press Ltd.&lt;br /&gt;Wittkower, Rudolf, 1949, Architectural Principles in The Age of Humanism, London: Academy Editions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-4455087402460171134?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/4455087402460171134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=4455087402460171134' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/4455087402460171134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/4455087402460171134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/12/perkembangan-estetika-dalam-arsitektur.html' title='Perkembangan Estetika dalam Arsitektur'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-457204362948886087</id><published>2007-12-09T19:48:00.001-08:00</published><updated>2007-12-09T19:48:54.093-08:00</updated><title type='text'>Ruang Privat dan Ruang Publik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dunia arsitektur di Indonesia pada saat ini masih mengalami pencarian jatidirinya. Hal ini disebabkan karena selama ini arsitektur yang berkembang di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh Barat, sehingga tidak memiliki ‘kepribadian Indonesia’. Salah satu faktor penting pada mata rantai arsitektur ini adalah pendidikan arsitektur. Banyak teori-teori Barat yang digunakan dalam pendidikan arsitektur di Indonesia. Hal ini tentu saja bukan berarti bahwa semua teori tersebut tidak dapat diterapkan di Indonesia, karena itu kita perlu melakukan kajian lebih lanjut terhadap teori-teori tersebut.&lt;br /&gt;Salah satu teori yang sudah sering kita jumpai adalah teori tentang ruang publik dan ruang privat. Ruang-ruang dibedakan dalam teori ini menjadi ruang privat, ruang publik dan ruang semi privat atau semi publik. Teori tentang ini sudah umum digunakan dalam oleh mahasiswa arsitektur dalam proses desain maupun analisis terhadap suatu desain arsitektur. Pada proses desain mahasiswa diarahkan untuk melakukan analisis ruang yang dibutuhkan dan dalam penggolongannya merupakan ruang publik atau ruang privat yang mana akan berpengaruh pada alokasi ruang dan penyelesaian desainnya.&lt;br /&gt;Teori tentang penggolongan ruang menjadi ruang publik dan privat serta ruang semi privat atau semi publik berangkat dari mekanisme perilaku manusia untuk mengatur akses antara dirinya dengan manusia lain di sekitarnya. Mekanisme ini merupakan perilaku teritorial, seperti yang disebutkan oleh Altman (1980) memiliki karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;kepemilikan atau kontrol atas akses terhadap tempat&lt;br /&gt;bervariasi dalam skalanya&lt;br /&gt;mewadahi berbagai fungsi termasuk kebutuhan sosial dan biologis&lt;br /&gt;personalisasi atau penandaan&lt;br /&gt;kemungkinan adanya pembelaan dari intrusi yang dilakukan oleh orang luar.&lt;br /&gt;Dalam mekanisme ini didapati tiga jenis teritori, yaitu teritori primer, teritori sekunder dan teritori publik. Teritori primer dimiliki secara eksklusif dan dikontrol oleh individu atau kelompok, dalam waktu yang lama dan bersifat penting bagi penggunanya. Teritori sekunder tidak begitu penting bagi pengguna, dan biasanya berlangsung dalam waktu yang tidak begitu lama, mamiliki akses privat dan publik sekaligus. Teritori publik diperuntukkan bagi semua anggota masyarakat, dan dalam periode waktu yang singkat. Hal ini sejalan dengan penggolongan ruang privat, semi privat dan publik.&lt;br /&gt;Contoh penerapannya antara lain seperti yang disebutkan oleh Alexander (1969) bahwa perumahan sederhana di Peru diatur sehingga akses dapat diatur pada bagian-bagian tertentu dari rumah, sementara Zeisel (1973) menyatakan bagaimana keluarga Puerto Rico memperlakukan ruang duduknya sebagai ruang yang sakral, dan hanya orang-orang yang dekat atau famili yang boleh memasukinya.&lt;br /&gt;Arsitektur tradisional di Indonesia pada umumnya terdiri dari rumah tinggal dan tempat ibadah. Walaupun begitu hal tersebut tidak dapat segera diartikan sebagai ruang privat dan ruang publik. Arsitektur tradisional kita lebih cenderung sebagai perlindungan dari roh-roh jahat daripada sebagai perlindungan dari panas matahari dan hujan. Hal ini dapat dilihat pada banyaknya ritual dalam pendirian rumah, apabila ritual tersebut tidak dilaksanakan maka penghuni rumah tersebut dapat terancam bahaya. Selain ritual, pada beberapa arsitektur tradisional juga dipasang ‘sesuatu’ yang dipercaya dapat melindungi rumah seperti tanduk kerbau dan sebagainya. Adanya larangan-larangan baik dalam pendirian bangunan tradisional , saat pindah rumah, pemilihan material dan sebagainya yang memiliki tujuan agar mendapatkan keselamatan juga menunjukkan fungsi rumah sebagai ‘perlindungan dari roh jahat’ tesebut. Tampak bahwa masyarakat tradisional di Indonesia mempercayai adanya ‘sesuatu’ di luar kehidupannya yang memiliki kekuatan melebihi manusia dan dapat mempengaruhi kehidupannya. ‘Sesuatu’ tersebut dapat berupa roh jahat ataupun roh yang ‘baik’, dewa-dewa dan roh leluhur. Penggolongan ruang privat – publik didasarkan pada kontrol hubungan antara individu dengan manusia lain di sekitarnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan arsitektur tradisional kita, yang lebih cenderung memperhatikan hubungan antara individu dengan kekuatan transendental di sekitarnya.&lt;br /&gt;Pada arsitektur tradisional juga selalu terdapat ruang yang disakralkan. Ruang ini dapat berwujud sebagai tempat pemujaan atau melakukan ritual, baik berupa perapian, tempat air, ruang kosong yang diperuntukkan bagi suatu roh seperti senthong tengah pada arsitektur Jawa yang diperuntukkan bagi Dewi Sri, atau bahkan lumbung. Lumbung pada beberapa daerah menjadi ruang yang sakral, di mana hanya orang tertentu yang boleh memasukinya dan harus mengikuti ritual tertentu sebelum memasukinya untuk mengambil persediaan makanan. Ruang-ruang sakral ini tidak dapat dianalisis dengan menggunakan penggolongan ruang publik dan ruang privat, karena ruang tersebut bukanlah '‘milik’ dari suatu diri individu yang membutuhkan privasi ataupun sebaliknya sebagai ruang yang dapat dipergunakan oleh banyak individu, akan tetapi ruang tersebut adalah ‘milik’ dari ‘sesuatu yang lain’ seperti telah disebutkan pada paragraf sebelumnya.&lt;br /&gt;Pada daerah-daerah yang memiliki ritual pemakaman kedua, di mana orang yang sudah meninggal mengalami dua perlakuan pemakaman, maka bangunan arsitekturnya juga mencakup bangunan untuk orang mati tersebut. Bangunan untuk orang mati tersebut seperti terdapat di Toraja, merupakan bangunan tempat mayat orang mati disimpan sementara menunggu perlakuan selanjutnya. Ruang ini juga masih dipertanyakan apakah digolongkan dalam kategori ruang privat, ruang publik atau ruang semi publik. Pengguna ruang tesebut bukanlah ‘diri individu’ yang masih memiliki kehidupan, tapi seperti menurut kepercayaan setempat orang-orang mati tersebut masih hidup di dunia yang lain dan dapat memberikan berkah serta keselamatan bagi yang masih hidup. Karena itu ruang-ruang tersebut adalah milik orang yang sudah mati, bukan milik orang yang masih memiliki kehidupan sehingga tidak dapat diputuskan penggolongannya apabila didasarkan pada ruang publik dan privat.&lt;br /&gt;Dari uraian-uraian di atas tampak adanya kehadiran ‘sesuatu yang lain, yang memiliki kemampuan dan kekuatan melebihi manusia’ dalam kehidupan masyarakat tradisional di Indonesia. Hal ini tidak terdapat pada masyarakat Barat yang memiliki dasar budaya yang berangkat dari individu. Penggolongan ruang privat dan ruang publik adalah berdasarkan pada ‘diri individu’ yang memiliki kehidupan sendiri dan kehidupan bersama orang lain. Pihak yang terlibat di sini adalah individu dan individu-individu yang lain. Berbeda dengan masyarakat Barat, masyarakat tradisional kita memandang kehidupan lebih cenderung kepada keterkaitan antara manusia dengan alam daripada hubungan antar individu. Akibatnya tentu saja adalah arsitektur tradisional di Indonesia tidak dapat diwadahi oleh penggolongan ruang privat dan ruang publik ala Barat yang ‘hanya’ didasarkan pada hubungan antar individu.&lt;br /&gt;Kasus-kasus yang telah disebutkan sebagai contoh pada uraian sebelumnya merupakan kasus arsitektur tradisional atau arsitektur nusantara, yang tentu saja berbeda dengan ‘arsitektur Indonesia’. Walaupun begitu hal ini bukan berarti arsitektur Indonesia dapat didekati dengan pendekatan penggolongan ruang privat dan ruang publik. Bagaimanapun arsitektur Indonesia berakar dari dan merupakan pengembangan selanjutnya dari arsitektur nusantara. Karena itu dalam melakukan penggolongan ruang arsitektur pada arsitektur Indonesia kita sebaiknya juga menoleh ke belakang pada arsitektur nusantara sebagai cikal-bakal arsitektur Indonesia, sehingga kita tidak tercabut dari jatidiri kita dan arsitektur kita juga tetap memiliki jatidiri arsitektur Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-457204362948886087?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/457204362948886087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=457204362948886087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/457204362948886087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/457204362948886087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/12/ruang-privat-dan-ruang-publik.html' title='Ruang Privat dan Ruang Publik'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-2141652684883108159</id><published>2007-11-14T22:35:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T23:12:49.958-08:00</updated><title type='text'>Elemen Pembentuk Ruang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 3 merupakan mata kuliah yang menjadi core bagi mahasiswa arsitektur semester 3. Mata kuliah ini berbasis pada tugas, yaitu tugas merancang dengan suatu TOR tertentu, yaitu bangunan sederhana fungsi tunggal, tanpa batasan biaya dan tuntutan teoretik lain yang dapat membatasi kreativitas, dengan maksud agar dalam studio ini mahasiswa lebih dapat berkreasi. Selama ini kami, para pengampu mata kuliah memutuskan untuk mengambil fungsi rumah tinggal dan sejenisnya (villa) sebagai tugas bagi mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Rumah merupakan fungsi yang sangat sederhana, dan kita semua tahu betul kegiatan apa yang ada di dalamnya. Hal ini memudahkan mahasiswa, tetapi sekaligus juga menyulitkan. Disebut memudahkan karena mahasiswa sudah tahu betul kegiatan-kegiatan apa yang ada dalam suatu rumah tinggal. Tapi kesulitannya juga ada, yaitu karena 'rumah' sendiri sudah begitu melekat dalam diri tiap mahasiswa, sulit sekali untuk melepaskan image fisik rumah (standar) yang mereka ketahui selama ini. Karena studio3 ini adalah pertama kalinya mahasiswa diberi tugas merancang bangunan dengan fungsi tertentu (studio 1 dan 2 lebih berbasis pada komposisi, bukan bangunan), sering kali terjadi mereka lupa dengan teori-teori tentang ruang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ELEMEN PEMBENTUK RUANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Elemen pembentuk ruang terdiri dari elemen horizontal dan elemen vertikal. Elemen horizontal bawah merupakan elemen yang mutlak harus ada (kita harus berpijak pada sesuatu kan?), sementara elemen lain tidak harus ada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Variasi-variasi pada elemen pembentuk ruang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1. Elemen horizontal bawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;elemen horizontal bawah dapat membentuk suatu ruang dengan adanya perbedaan warna/material/tekstur/pola lantai dan sebagainya. Sebagai contoh, sebuah tikar yang tergelar sudah dapat membentuk ruang karena warna dan material serta teksturnya yang berbeda dengan sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu elemen horizontal bawah juga dapat divariasikan dengan dinaikkan atau ditenggelamkan. Semakin banyak beda ketinggian elemen horizontal bawah dengan sekitarnya, 'rasa' keterpisahan ruangnya semakin kuat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2. Elemen horizontal atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Elemen horizontal atas dapat berupa langit-langit, atap atau apapun yang membatasi ruang di bagian atas. Sama dengan elemen horizontal bawah, elemen ini dapat divariasikan dengan warna, tekstur, material, pola-pola dan sebagainya. elemen ini juga dapat divariasikan ketinggiannya. selain itu, kita juga dapat memvariasikan dengan permainan solid-void, opak-transparan (hal ini susah diterapkan pada elemen horizontal bawah karena nanti bisa membuat orang jatuh 'kejeglong'). Variasi yang didapatkan tak terhingga banyaknya. Bahkan dedaunan sebuah pohon pun sudah dapat menjadi elemen horizontal atas (dan bayangannya menjadi elemen horizontal bawah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;3. Elemen vertikal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kita sering menganggap elemen vertikal selalu sebagai dinding. Padahal sebuah elemen vertikal memiliki variasi yang banyak sekali. Bisa berwujud dinding, dengan berbagai variasi ketinggian, atau kolom-kolom dengan berbagai variasi ketinggian juga, bisa juga dengan gantungan pot-pot bunga, atau kerai bambu, rangka kayu dan sebagainya. Bisa juga kita membuat air terjun sebagai elemen vertikal kita. Variasinya bermacam-macam. Jika kita pergi ke los daging di pasar, kita bahkan bisa melihat bagaimana daging-daging yang bergelantungan menjadi pembentuk ruang yang memisahkan area pembeli dan penjual. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketiga elemen ini secara bersama membentuk suatu ruang, dengan kualitas ruang tertentu. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap kualitas ruang yang terbentuk. Sebagai contoh, jika kita memilih membentuk ruang dengan hanya menggunakan elemen horizontal yang divariasikan dengan warna tetapi ketinggiannya sama dengan sekitarnya, maka akan terbentuk rasa ruang yang terbuka, karena kita masih bisa melakukan kontak secara fisik dan visual dengan segala yang ada di luar ruang tersebut. Hal ini berbeda sekali jika kita membentuk ruang dengan menggunakan elemen horizontal atas dan bawah serta elemen vertikal berupa dinding-dinding yang masif. rasa ruang yang didapatkan adalah rasa tertutup. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kita sebagai [mahasiswa] arsitek [tur] sebaiknya dapat bermain-main dengan elemen-elemen ini untuk mendapatkan kualitas ruang yang kita harapkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-2141652684883108159?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/2141652684883108159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=2141652684883108159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/2141652684883108159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/2141652684883108159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/11/elemen-pembentuk-ruang.html' title='Elemen Pembentuk Ruang'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-8344374730609138179</id><published>2007-11-08T19:38:00.001-08:00</published><updated>2007-11-08T19:44:39.930-08:00</updated><title type='text'>GALERI KARYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWy41Y4iI/AAAAAAAAAE4/DY_0K3-mjTY/s1600-h/000_1367%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130680570243244578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWy41Y4iI/AAAAAAAAAE4/DY_0K3-mjTY/s320/000_1367%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzI1Y4jI/AAAAAAAAAFA/ypnZq8Fnlz0/s1600-h/000_1368%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130680574538211890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzI1Y4jI/AAAAAAAAAFA/ypnZq8Fnlz0/s320/000_1368%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzI1Y4kI/AAAAAAAAAFI/xXO5FtkiGjM/s1600-h/000_1369%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130680574538211906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzI1Y4kI/AAAAAAAAAFI/xXO5FtkiGjM/s320/000_1369%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzY1Y4lI/AAAAAAAAAFQ/7o7krhcK02s/s1600-h/000_1370%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130680578833179218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" height="317" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzY1Y4lI/AAAAAAAAAFQ/7o7krhcK02s/s320/000_1370%5B1%5D" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzo1Y4mI/AAAAAAAAAFY/LEEY-kFBZe4/s1600-h/000_1371%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130680583128146530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWzo1Y4mI/AAAAAAAAAFY/LEEY-kFBZe4/s320/000_1371%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Rumah tinggal - Ratna AYu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-8344374730609138179?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/8344374730609138179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=8344374730609138179' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/8344374730609138179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/8344374730609138179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/11/galeri-karya_08.html' title='GALERI KARYA'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPWy41Y4iI/AAAAAAAAAE4/DY_0K3-mjTY/s72-c/000_1367%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-8008133721236841588</id><published>2007-11-08T19:20:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T19:31:45.606-08:00</updated><title type='text'>GALERI; THE BEST2</title><content type='html'>Sebuah karya desain rumah tinggal. Dalam tugas ini diasumsikan pemilik rumah adalah seorang dosen seni lukis yang juga seorang pelukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676056232616306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSsI1Y4XI/AAAAAAAAADg/YfD8VzHaKlE/s320/000_1356%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676056232616322" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSsI1Y4YI/AAAAAAAAADo/8hp5M2I0N4Q/s320/000_1357%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676060527583634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSsY1Y4ZI/AAAAAAAAADw/pJ4LLF0Gn_c/s320/000_1358%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676064822550946" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSso1Y4aI/AAAAAAAAAD4/2-aF0Z79qK0/s320/000_1359%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676064822550962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSso1Y4bI/AAAAAAAAAEA/TukXPoa7xO0/s320/000_1360%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPI1Y4dI/AAAAAAAAAEQ/-kaM4_177WM/s1600-h/000_1361%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676657528037842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPI1Y4dI/AAAAAAAAAEQ/-kaM4_177WM/s320/000_1361%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPY1Y4eI/AAAAAAAAAEY/9gF87yn4v_g/s1600-h/000_1362%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676661823005154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPY1Y4eI/AAAAAAAAAEY/9gF87yn4v_g/s320/000_1362%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPo1Y4fI/AAAAAAAAAEg/s7VMnOoRaj4/s1600-h/000_1363%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676666117972466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTPo1Y4fI/AAAAAAAAAEg/s7VMnOoRaj4/s320/000_1363%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTP41Y4gI/AAAAAAAAAEo/TCqG2cRFexM/s1600-h/000_1364%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676670412939778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTP41Y4gI/AAAAAAAAAEo/TCqG2cRFexM/s320/000_1364%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130677718384960018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPUM41Y4hI/AAAAAAAAAEw/yRYFzk5T4PQ/s320/000_1365%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130676653233070530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPTO41Y4cI/AAAAAAAAAEI/hKnSm2-C7mk/s320/000_1355%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tinggal - Bayu Aji S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-8008133721236841588?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/8008133721236841588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=8008133721236841588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/8008133721236841588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/8008133721236841588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/11/galeri-best2.html' title='GALERI; THE BEST2'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPSsI1Y4XI/AAAAAAAAADg/YfD8VzHaKlE/s72-c/000_1356%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-4045073377412562659</id><published>2007-11-08T19:14:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T19:19:21.347-08:00</updated><title type='text'>GALERI; THE BEST</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRa41Y4VI/AAAAAAAAADQ/lJiFPbkdRZA/s1600-h/000_1352%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674660368245074" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRa41Y4VI/AAAAAAAAADQ/lJiFPbkdRZA/s320/000_1352%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRbI1Y4WI/AAAAAAAAADY/CbNZsPOA-bU/s1600-h/000_1353%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674664663212386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRbI1Y4WI/AAAAAAAAADY/CbNZsPOA-bU/s320/000_1353%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRIY1Y4QI/AAAAAAAAACo/QwnHEh1uriU/s1600-h/000_1347%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674342540665090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRIY1Y4QI/AAAAAAAAACo/QwnHEh1uriU/s320/000_1347%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRIo1Y4RI/AAAAAAAAACw/YNKtLwyjmoU/s1600-h/000_1348%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674346835632402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRIo1Y4RI/AAAAAAAAACw/YNKtLwyjmoU/s320/000_1348%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRI41Y4SI/AAAAAAAAAC4/GB-a9fOm-KU/s1600-h/000_1349%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674351130599714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRI41Y4SI/AAAAAAAAAC4/GB-a9fOm-KU/s320/000_1349%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRI41Y4TI/AAAAAAAAADA/l17kfZEXAzg/s1600-h/000_1350%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674351130599730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRI41Y4TI/AAAAAAAAADA/l17kfZEXAzg/s320/000_1350%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRJI1Y4UI/AAAAAAAAADI/wqEdjOyB72Q/s1600-h/000_1351%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130674355425567042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRJI1Y4UI/AAAAAAAAADI/wqEdjOyB72Q/s320/000_1351%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Villa - Bayu Aji Saputra&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-4045073377412562659?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/4045073377412562659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=4045073377412562659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/4045073377412562659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/4045073377412562659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/11/galeri-best.html' title='GALERI; THE BEST'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPRa41Y4VI/AAAAAAAAADQ/lJiFPbkdRZA/s72-c/000_1352%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1488899322071087236.post-1411711829560102263</id><published>2007-11-08T18:57:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T19:14:02.899-08:00</updated><title type='text'>GALERI KARYA</title><content type='html'>Dua buah karya desain villa terbaik pada pertengahan semester ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPQ41Y4KI/AAAAAAAAAB4/D8wOBElwLU4/s1600-h/000_1341%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672289546297506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPQ41Y4KI/AAAAAAAAAB4/D8wOBElwLU4/s320/000_1341%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRI1Y4LI/AAAAAAAAACA/F4tWupyNr3E/s1600-h/000_1342%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672293841264818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRI1Y4LI/AAAAAAAAACA/F4tWupyNr3E/s320/000_1342%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRI1Y4MI/AAAAAAAAACI/K00LFqCOBOM/s1600-h/000_1343%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672293841264834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRI1Y4MI/AAAAAAAAACI/K00LFqCOBOM/s320/000_1343%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRY1Y4NI/AAAAAAAAACQ/6-KfslIZ5Xo/s1600-h/000_1344%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672298136232146" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRY1Y4NI/AAAAAAAAACQ/6-KfslIZ5Xo/s320/000_1344%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRo1Y4OI/AAAAAAAAACY/aKKEG_1GbnI/s1600-h/000_1345%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672302431199458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPRo1Y4OI/AAAAAAAAACY/aKKEG_1GbnI/s320/000_1345%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPOl41Y4FI/AAAAAAAAABQ/6yPh0AdKfoE/s1600-h/000_1341%5B1%5D"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPOmI1Y4GI/AAAAAAAAABY/oZqpfrxXr5A/s1600-h/000_1342%5B1%5D"&gt;&lt;/a&gt;Villa - Septina A&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPOmY1Y4HI/AAAAAAAAABg/AlXKoSJDdkw/s1600-h/000_1343%5B1%5D"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPOm41Y4II/AAAAAAAAABo/pf3lR_5og_o/s1600-h/000_1338%5B1%5D"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPOnI1Y4JI/AAAAAAAAABw/R6HNdl0NdSg/s1600-h/000_1345%5B1%5D"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNro1Y4AI/AAAAAAAAAAo/f1gnWEO-GIM/s1600-h/000_1333%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130670550084542466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNro1Y4AI/AAAAAAAAAAo/f1gnWEO-GIM/s320/000_1333%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNr41Y4BI/AAAAAAAAAAw/MmAzCpv1qFk/s1600-h/000_1334%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130670554379509778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNr41Y4BI/AAAAAAAAAAw/MmAzCpv1qFk/s320/000_1334%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsI1Y4CI/AAAAAAAAAA4/_oqYU2yqoRg/s1600-h/000_1335%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130670558674477090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsI1Y4CI/AAAAAAAAAA4/_oqYU2yqoRg/s320/000_1335%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsI1Y4DI/AAAAAAAAABA/uRHc8hAGDOs/s1600-h/000_1336%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130670558674477106" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsI1Y4DI/AAAAAAAAABA/uRHc8hAGDOs/s320/000_1336%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsY1Y4EI/AAAAAAAAABI/6H8hqQ4yDa0/s1600-h/000_1337%5B1%5D"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130670562969444418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPNsY1Y4EI/AAAAAAAAABI/6H8hqQ4yDa0/s320/000_1337%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130672929496424690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPP2I1Y4PI/AAAAAAAAACg/nNHA8YeXgLw/s320/000_1339%5B1%5D" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Villa - Rahma Rani&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1488899322071087236-1411711829560102263?l=studio3homedesign.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/feeds/1411711829560102263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1488899322071087236&amp;postID=1411711829560102263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/1411711829560102263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1488899322071087236/posts/default/1411711829560102263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://studio3homedesign.blogspot.com/2007/11/galeri-karya.html' title='GALERI KARYA'/><author><name>ophie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15904729616977725388</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_MccrRMsbHNA/RzPPQ41Y4KI/AAAAAAAAAB4/D8wOBElwLU4/s72-c/000_1341%5B1%5D' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
